Ki Agus Wirawan Rusdi

Ki Agus Wirawan Rusdi satu-satunya Dalang Wayang Kulit Palembang yang masih terus melestarikan wayang kulit Palembang.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Ki Agus Wirawan Rusdi. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Lahir dari keluarga dalang wayang membuat Ki Agus Wirawan Rusdi harus mau menjadi dalang.

Sebab sudah menjadi tradisi bahwa anak tertua yang melanjutkan tongkat kepemimpinan.

Informasi

Ki Agus Wirawan Rusdi atau yang sering di sapa Wirawan merupakan anak dari Rudi Rasyid (alm) dan kakeknya bernama Abdul Rasyid (alm), yang semuanya merupakan Dalang Wayang Kulit Palembang.

Wirawan menggeluti wayang kulit Palembang ini sejak 2004 dan baru berani tampil ke publik sejak 2006.

Hingga kini Wirawan aktif memainkan Wayang Kulit Palembang.

Untuk Wayang Kulit Palembang ini pun ada sanggarnya yaitu Sanggar Sri Palembang yang ada di Jalan Pangeran Si do ing lautan RT 10 nomor 234, Lorong Ceklatah, Tangga Buntung
Kelurahan 36 Ilir.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi 0821 7232 7444.

Satu-Satunya di Dunia Pusat Penelitian untuk Perairan Umum Daratan, Ada di Sumsel

Nasi Bakar Pedas Bu Lies

Turun Temurun

Berdasarkan cerita dan catatan di Museum Wayang di Jakarta bahwa wayang kulit sudah ada sejak abad ke 17 masehi.

Pertama bukti fisik wayang kulit ada di Museum Wayang Jakarta.

Tetapi wayang kulit baru masuk Palembang pada tahun 1900-an yang merupakan budaya kulturasi dari kesenian wayang Jawa.

Sebab pada dasarnya budaya Palembang dan Jawa memiliki kesamaan tertentu.

Kesenian wayang kulit Palembang ini diperkenalkan oleh Abdul Rasyid (alm) yang merupakan kakeknya Wirawan.

Abdul Rasyid menjadi seorang dalang sekitar tahun 1950.

Kemudian dilanjutkan oleh Rudi Rasyid yang merupakan orang tua Wirawan.

Rusdi Rasyid menjadi dalang pada 1980 dan kini dilanjutkan oleh Ki Agus Wirawan Rusdi sejak 2004 hingga kini.

Tak Ada Ritual Khusus

Kalau zaman dahulu waktu wayang kulit Palembang masih tenar, saat akan melakukan penyelengaraan acara wayang kulit ada ritualnya.

Sebab kalau zaman dahulu kalau pagelaran wayang kulit diadakan semalam suntuk.

Ikuti kami di
KOMENTAR
143 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved