Satu-Satunya di Dunia Pusat Penelitian untuk Perairan Umum Daratan, Ada di Sumsel

Provinsi Sumatera Selatan, satu-satunya yang memiliki Gedung SEAFDEC dan BRPPUPP.

Tribunsumselwiki/Linda
Gedung The Southeast Asian Fisheries Develoment Center (SEAFDEC) dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) yang ada di Jalan Gubernur H.A Bastari Nomor 08, Jakabaring, Palembang, Senin (27/1/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), satu-satunya yang memiliki Gedung The Southeast Asian Fisheries Develoment Center (SEAFDEC) dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP).

Pusat penelitian ini berdiri di area seluas 2 hektare yang ada di Jalan Gubernur H.A Bastari Nomor 08, Jakabaring, Palembang.

Pusat penelitian ini juga dilengkapi dengan museum dengan koleksi berbagai jenis ikan Nusantara serta laboratorium penelitian lainnya.

Museum spesis ikan yang ada di Gedung SEAFDEC dan BRPPUPP yang ada di Jalan Gubernur H.A Bastari Nomor 08, Jakabaring, Palembang, Senin (27/1/2020).
Museum spesis ikan yang ada di Gedung SEAFDEC dan BRPPUPP yang ada di Jalan Gubernur H.A Bastari Nomor 08, Jakabaring, Palembang, Senin (27/1/2020). (Tribunsumselwiki/Linda)

SEAFDEC ini diresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Senin (27/1/2020).

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Sjarief Widjaja, dihadapan Edhy Prabowo didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, terpilihnya Provinsi Sumsel sebagai pusat penelitian berdasarkan arahan dari semua peniliti utama dunia, setelah melihat model perairan umum daratan Sumsel yang dinilai paling lengkap.

"Jadi, mulai sungainya, danaunya, rawanya, perilakunya, lebak lebongnya, dan sebagainya adalah model kearifan lokal yang akan diangkat ke tingkat internasional," kata Sjarief Widjaja.

Menurutnya, potensi perikanan Indonesia 12,5 juta ton stok ikan lautan dan 3 juta ton stok perikanan daratan. 

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengatakan, SEAFDEC dan BRPPUPP merupakan kerjasama dengan negara-negara di Asia tenggara. Jadi setiap negara mempunyai bidang.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Gubernur Sumsel Herman Deru saat meresmikan Gedung SEAFDEC dan BRPPUPP yang ada di Jalan Gubernur H.A Bastari Nomor 08, Jakabaring, Palembang, Senin (27/1/2020).
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Gubernur Sumsel Herman Deru saat meresmikan Gedung SEAFDEC dan BRPPUPP yang ada di Jalan Gubernur H.A Bastari Nomor 08, Jakabaring, Palembang, Senin (27/1/2020). (Humas Pemprov Sumsel)

"Kita kebagian untuk wilayah umum perairan dan daratan. Apalagi di Sumsel ini ada 228 species ikan dan nanti bisa diteliti," ungkapnya.

Pusat penelitian ini harus dimanfaatkan dengan baik sebab bisa digunakan untuk meneliti semua spesies perairan asli Sumsel.

Dari sini juga akan diketahui mana yang mendekati kepunahan dan langkah-langkah mensiasatinya.

Untuk diketahui SEAFDEC adalah organisasi antarpemerintahan ASEAN ditambah Jepang yang bergiat mengembangkan perikanan berkelanjutan. Salah satunya budidaya perikanan yang bermarkas di Ilo-ilo, Filipina.

SEAFDEC bermarkas di Bangkok dan dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal. Selain budidaya perikanan (Aquaculture Departement/AQD) ada tiga departemen di bawahnya, yakni departemen pelatihan yang berkedudukan di Samutprakan, Thailand, departemen riset dan teknologi perikanan laut di Singapura, serta departemen pengembangan dan pengelolaan sumberdaya perikanan, khususnya di zone ekonomi eksklusif (ZEE), berkedudukan di Kuala Trengganu, Malaysia

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menambahkan, terimakasih atas inisiasi dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo telah memberikan program-program yang menunjang dan mengembangkan kelautan dan perikanan di Provinsi Sumsel. 

"Tekhnologi sudah semakin maju, tentu semua tekhnologi akan menambah wawasan bagi kita semua, jangan habiskan ilmu dalam laboratorium ini tapi bagaimana mentransfer kepada masyrakat dan pelaku usah," katanya.

Menurutnya, nantinya masyarakat dapa lebih mudah menemukan ikan perairan umum. Ada segmen 2,5 persen, harapannya dari petani karena varian ikan di Sumsel banyak sekali.

Baca Juga :

Herman Deru

Rumah Limas

Ikuti kami di
KOMENTAR
142 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved