Tempoyak, Pemacu Selera Makan

Tempoyak atau tempuyak merupakan makanan yang berasal dari buah durian yang difermentasi.

Tribunsumselwiki/Linda
Suasana makan tempoyak ramai-ramai. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Tempoyak atau tempuyak merupakan makanan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Saat musim durian seperti ini banyak durian yang diolah menjadi tempoyak.

Pengamat dan Pemerhati Kuliner di Sumatera Selatan (Sumsel) Marta mengatakan, tempoyak merupakan makanan yang dibuat dari buah durian yang di fermentasi dan banyak disukai masyarakat.

Tempoyak dengan sambal dan cabai yang nikmat dimakan bersama nasi.
Tempoyak dengan sambal dan cabai yang nikmat dimakan bersama nasi. (Tribunsumselwiki/Linda)

"Tempoyak ini jadi pemacu selera makan. Sebeb tempoyak bisa langsung dimakan bersama nasi ataupun dijadikan bahan campuran seperti untuk pepes tempoyak, pindang dan lain-lain," kata Marta, Minggu (19/1/2020).

Lebih lanjut Marta mengatakan, untuk yang dijadikan pepes pun bisa pakai ikan, ayam dan lain-lain.

Untuk membuat tempoyak sendiri biasanya bahanya daging durian, garam dan cabai, lalu difermentasi. Namun kalau yang suka dicampur ada juga yang dicampur dengan pisang.

Pengamat dan Pemerhati Kuliner di Sumatera Selatan (Sumsel) Marta menunjukan tempoyak.
Pengamat dan Pemerhati Kuliner di Sumatera Selatan (Sumsel) Marta menunjukan tempoyak. (Tribunsumselwiki/Linda)

"Untuk fermentasi tempoyak ini membutuhkan waktu berhari-hari. Namun paling lama disarankan tiga hari, sebab jika sampai lama tingkat keasamannya akan tinggi," katanya.

Baca Juga :

Pasar Kuto Ditetapkan Sebagai Destinasi Wisata Kuliner Durian di Palembang

Sebab tempoyak ini memiliki citarasa asam dan mqnis. Untuk citarasa asam disebabkan fermentasi dari buah durian yang dibuat tempoyak.

"Untuk citarasa tempoyak ini juga dipengaruhi oleh buah duiran yang dipilih. Misal kalau buah durian yang dipilih manis tentu rasanya enak. Kalau di Sumsel biasanya yang enak dibuat tempoyak itu durian tembaga," bebernya.

Menurutnya, ciri dari durian tembaga seperti warnanya kuning pekat seperti tembaga dan aromanya harum serta rasanya manis.

Di Sumsel ini banyak penghasil buah durian seperti di Hujan Emas, Muara Enim, Lahat, Linggau dan lain-lain.

Suasana makan tempoyak ramai-ramai.
Suasana makan tempoyak ramai-ramai. (Tribunsumselwiki/Linda)

Marta pun berbagi tips, jika yang belum biasa makan durian banyak-banyak, maka setelah makan durian sebaiknya minum air dari kulit durian.

"Kalau kebanyakan makan durian biasanya kulit durian dikasih air lalu diminum. Itu disarankan kalau yang tidak biasa makan durian banyak-banyak. Itu kebiasaan orang-orang zaman dulu yang masih dilakukan hingga sekarang," ungkapnya.

Sementara itu terkait sejak kapan adanya durian dan tempoyak, ia pun mengatakan tak begitu tahu pasti sejak kapan. Namun yang pasti sejak adanya durian dan sejak nenek moyang dulu sudah ada.

"Sedangkan kalau namanya disebut tempoyak, karena lembut dan lembek. Kalau bahas kita itu kalau lembut atau lembek disebut loyak maka sebutanya lebih dikenal tempoyak," tutupnya.

Baca Juga :

Gubernur Sumsel Tantang Dua Jendral Menghabiskan Durian

Festival 10 Ribu Lampion Meriahkan Imlek dan Cap Go Meh di Palembang

Ikuti kami di
KOMENTAR
123 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved