Masjid Agung Palembang atau Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo

Masjid Agung Palembang atau Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo merupakan salah satu masjid tertua di Kota Palembang.

Tribunsumselwiki/Linda
Masjid Agung Palembang 

Pada Jumat tanggal 10 September 1999 pukul 10.00 WIB, menjadi langkah awal yang penuh sejarah yaitu dengan dimulainya pengerjaan restorasi dan Renovasi Masjid Agung Palembang.

Restorasi dan renovasi ini dilakukan oleh Gubernur Laksamana Muda Haji Rosihan Arsyad, dengan Ketua Umum Pengurus Yayasan Masjid Agung pada saat itu adalah Prof. Dr. Kiagus Haji Oejang Gajah Nata, DABK dengan sekretaris dipegang oleh Raden Haji Muhammad Saleh Dion.

Pelaksanaan renovasi ditandai dengan penurunan genting dari atap masjid oleh Gubernur Sumsel diikuti Walikota Palembang H. Husni dan Imam Besar Masjid Agung Palembang Al Mukarroma Kiagus Haji Muhammad Zen Syukri.

Restorasi dan renovasi ini dilakukan dengan menambah tiga bangunan yaitu bangunan arah selatan dan bangunan arah utara, bangunan tiga lantai diarah timur serta bangunan kubah.

Sekarang bangunan utara ada serambi dalam berbentuk U seluas 4,20 meter persegi dan setelah direnovasi menjadi 9 meter persegi.

Lalu kalau sebelumnya jurai pada setiap sisi atap jumlahnya tidak sama, maka kini sudah disamakan sebanyak 11 jurai.

Lalu untuk lantainya yang semula dari batu tehel merah menjadi batu granit.

Daya tampung yang dulunya 8.500 jamaah kini menjadi 15.000 jamaah.

Status Majid Agung

Setelah direnovasi Masjid Agung Palembang diresmikan oleh Presiden RI Megawati Soekarno Putri pada 16 Juni 2003.

Berselang satu bulan kemudian dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI nomor: MA/233/2003 tanggal 23 Juli 2003 yang menetapkan status Masjid Agung Palembang sebagai Masjid Nasional dan sebagai warisan budaya masa lalu.

Masjid Agung juga dilindungi oleh undang-undang nomor 5 tahun 1992 tentang cagar budaya serta surat peraturan menteri nomor: PM.19/UM.101/MKP/2009 tentang penetapan objek vital Nasional bidang kebudayaan dan pariwisata.

Tempat wudhu Masjid Agung Palembang
Tempat wudhu Masjid Agung Palembang (Tribunsumselwiki/Linda)

Visi

Menjadikan Masjid Agung Palembang sebagai Masjid Teladan dan menjadi pusat pembinaan umat serta ukhuwah islamiyah di Sumsel sebagai Masjid Agung Nasional.

Misi

• Menjadikan Masjid Agung Palembang sebagai percontohan bagi masjid-masjid lain diwilayah Sumsel.

• Melalui Masjid Agung Palembang meningkatkan mutu kehidupan umat secara terpadu dalam hubungan dengan Allah dan sesama manusia berdasarkan faham Islam Ahlussunah Waljamaah dalam bidang aqidah dan Mazhab Syafe'i dalam bidang fiqih khususnya pelaksanaan peribadatan.

• Menjadikan Masjid Agung Palembang sebagai wahana pemberdayaan masyarakat ber Akhlaqul Karimah untuk peningkatan kesejahteraan umat.

• Membina dan meningkatkan peran serta generasi muda dalam memakmurkan Masjid Agung Palembang sebagai kader penegak kemajuan umat.

• Menjadikan Masjid Agung Palembang sebagai wadah untuk meningkatkan ukhuwah antar ulama, Umaroh, umat dan masyarakat luas.

Menara Masjid Agung Palembang yang menyerupai menara kelenteng
Menara Masjid Agung Palembang yang menyerupai menara kelenteng (Tribunsumselwiki/Linda)

Halaman selanjutnya

Info detail

...

Ikuti kami di
KOMENTAR
53 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved