Mengenal Abisofyan, Tourist Guide Museum SBM II Palembang Lebih dari 20 Tahun dan Menguasai 5 Bahasa

Abisofyan merupakan seorang pemandu wisata di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang yang menguasai hingga lima bahasa

Tribunsumselwiki/Linda
Abisofyan sudah lebih dari 20 tahun menjadi tourist guide di Palembang 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Kecintaannya akan sejarah dan budaya Palembang membuat Abisofyan mengabdikan dirinya menjadi tourist guide di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Bahkan pria paruh baya ini sudah lebih dari 20 tahun menjadi tourist guide.

"Saya jadi tourist guide sudah lebih dari 20 tahun. Asiknya jadi tourist guide ini hati senang dan senang bisa bertemu banyak orang dari berbagai negara. Bahkan dari setiap negara mempunyai karakter masing-masing," kata Abisofyan saat dibincangi di Museum SMB II Palembang, Kamis (5/12/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa ia belajar sejarah dan kebudayaan Palembang ini secara otodidak dan belajar dengan banyak orang.

Ia pun mengatakan bahwa sistem belajar yang digunakannya yaitu dengan banyak baca.

Abisofyan sudah lebih dari 20 tahun menjadi tourist guide di Palembang
Abisofyan sudah lebih dari 20 tahun menjadi tourist guide di Palembang (Tribunsumselwiki/Linda)

Selain itu dia juga banyak belajar dari para pendatang.

"Karena intinya kalau orang mau belajar itu pasti bisa, namun kalau sudah malas belajar nah itu sudah," ujarnya.

Sebelumnya ia juga sudah dibekali dengan pelatihan.

Abisofyan menguasai berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Indonesia dan bahasa daerah seperti Komering, Palembang dan lain-lain.

Diusianya yang 54 tahun ia pun tetap masih fasih dan hafal sejarah serta bahasa luar tersebut.

Dengan sabar dan telaten ia menjelaskan satu persatu apa saja yang ada di Museum SMB II, dari mulai kerajaan Majapahit hingga SMB II.

Bahkan ia pun terkadang melawak dengan mengelurkan semboyan yang ia ingat, misal "Jalesu Bhumyamca Jayamahe" yang artinya "Di Laut dan Darat Kita Jaya".

Terkadang saat menjelaskan sejarah yang ada ia menggunakan bahasa Inggris, Mandarin, Jepang dan ada juga dengan ayat-ayat.

Tak lupa saat mengunjungi tempat yang ada foto SMB II ia mengajak semuanya untuk bersama-sama mengirimkan Al-fatihah, dengan dipandunya.

Abisofyan menjelaskan tentang Museum SMB II kepada pengunjung.
Abisofyan menjelaskan tentang Museum SMB II kepada pengunjung. (Tribunsumselwiki/Linda)

Museum SMB II sendiri merupakan bangunan yang terletak di kawasan wisata Benteng Kuto Bedak (BKB) di tepi sungai Musi.

Bangunan megah tersebut berukuran panjang 32 meter, lebar 22 meter dan tinggi 17 meter, dengan beraksitektur gaya Eropa.

Museum ini dibangun oleh pemerintah kolonial yang menjabat pada saat itu, Van Sevenhoven.

Sevenhoven menjabat sebagai residen mulai 1823 dan selesai pada 1825.

Rumah residen Belanda tersebut saat ini telah menjadi Museum.

Di tempat ini telah berdiri sebuah keraton yang dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikromo atau Sultan Mahmud Badaruddin I sekitar tahun 1737 M.

Ikuti kami di
KOMENTAR
41 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved