Pempek Beringin dan Lenggok

Pempek Beringin kini telah diteruskan oleh generasi kedua yaitu Dicky Poerwadi yang merupakan anak pertama dari Ambon Poerwadi.

Tribunsumselwiki/Linda
Pempek Beringin yang sudah dikemas 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Kalau mendengar Kota Palembang, pasti yang teringat pempek.

Pempek merupakan makanan khas Palembang.

Banyak gerai-gerai yang ada di Kota Palembang menjual pempek, mulai dari pempek yang dijual menggunakan sepeda hingga di pasar modern.

Salah satu gerai pempek legendari yang sudah berdiri sejak tahun 1970 hingga kini yaitu Pempek Beringin.

Pempek Beringin dan Cuka
Pempek Beringin dan Cuka (Tribunsumselwiki/Linda)

Sejarah Pempek

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang yaitu sekitar abad 16.

Saat itu, Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di Kesultanan Palembang Darusalam.

Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1671, seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah perakitan (tepi Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik.

Ikan-ikan itu hanya sebatas digoreng dan dipindang.

Ia kemudian mencoba alternatif pengolaan lain.

Ia mencampurkan daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru.

Makanan baru itu dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota.

Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek..apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Pempek dengan kemasan vakum
Pempek dengan kemasan vakum (Tribunsumselwiki/Linda)

Sejarah Pempek Beringin

Awal dari perjuangan usaha ini dimulai dari kondisi serba seadanya.

Tetapi dengan semangat yang gigih dan kerja keras, maka usaha tersebut lambat laut mulai berubah.

Tahun 1970 adalah awal berdirinya Pempek Beringin.

Pempek Beringin pertama kali berlokasi di daerah Sayangan.

Nama beringin sendiri melambangkan sebuah pohon besar tempat bernaung, kenyamanan, dan memiliki rasa kekeluargaan.

Pada 1990-an, Pempek Beringin mengembangkan sayapnya dengan membuka usaha ke tempat yang lebih strategis di Jalan Lingkar Dempo Luar.

Dengan bermodalkan semangat pantang menyerah dan terus membangun seperti yang terlihat pada logo Beringin, maka Pempek Beringin kini telah memiliki beberapa cabang yang ada di Kota Palembang.

Proses pengemasan pempek dengan cara di vakum
Proses pengemasan pempek dengan cara di vakum (Tribunsumselwiki/Linda)

Pempek Beringin diteruskan oleh generasi ke dua

Pempek Beringin kini telah diteruskan oleh generasi kedua yaitu Dicky Poerwadi yang merupakan anak pertama dari Ambon Poerwadi, pemilik awal Pempek Beringin.

Awalnya Dicky enggan meneruskan usaha orang tuanya, lantaran gengsi kalau meneruskan usaha orang tua.

Berbagai pekerjaan pun ia coba seperti di multilevel, usaha showroom dan lain-lain.

Tapi akhirnya Dicky berpikir kembali untuk mengembangkan usaha Pempek Beringin yang sudah ada.

Maka sejak tahun 2010 ia mengembangkan Pempek Beringin.

Bahkan ia sudah mengembangkan juga khusus kelas premium untuk penjualan ke nasional hingga internasional dengan brand Lenggok yang sudah berdiri selama 3 tahun.

Pempek dengan kemasan kotak
Pempek dengan kemasan kotak (Tribunsumselwiki/Linda)

Menu yang ada di Pempek Beringin

Berbagai jenis pempek disediakan oleh gerai ini, di antaranya, pempek lenjer kecil, pempek irisan, pempek adaan, pempek telur kecil, pempek kulit, pempek kapal selam, pempek keriting, pempek panggang, dan pempek pistel (berisi irisan pepaya muda yang sudah direbus dan dibumbui).

Jenis pempek yang terkenal adalah pempek kapal selam yaitu telur ayam yang dibungkus denga adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas.

Lalu ada juga tekwan, model, lenggan, laksan, celimpungan dan lain-lain.

Selain itu, untuk oleh-oleh tersedia kemasan vakum.

Untuk harga pempek satuannya dibanderol senilai Rp 5500.

Proses pembuatan pempek
Proses pembuatan pempek (Tribunsumselwiki/Linda)

Pempek Beringin terkenal dengan citarasa

Pempek beringin terkenal dengan citarasanya yang khas, juga didukung pelayanan yang profesional di bidang kuliner.

Pempek Beringin juga menjunjung tinggi arti kesehatan dan kebersihan dalam usahanya, karena itu pempek Beringin memadukan antara rasa yang sedap dengan gizi yang tinggi.

Kandungan gizi utama pada pempek terletak pada protein, lemak, dan karbohidrat yang diperoleh dari ikan dan tepung tapioka.

Kandungan gizi lainnya berupa vitamin dan mineral.

Perbandingan antara ikan, air, tepung tapioka, dan garam sangat berpengaruh terhadap nilai gizi, rasa, warna, kekenyalan, serta karekteristik lainnya.

Penggunaan ikan juga berpengaruh pada citarasa dan aroma pempek.

Pempek dalam porsi yang lengkap memiliki kandungan zat gizi yang lebih baik dibandingkan dalam bentuk satuan.

Proses penggorengan pempek kulit
Proses penggorengan pempek kulit (Tribunsumselwiki/Linda)

Ciri khas Pempek Beringin

Penyajian pempek akan terasa lebih nikmat jika dikonsumsi bersama cuka atau cuko (dalam bahasa Palembang).

Cuko dibuat dari air yang didihkan, kemudian ditambah gula merah, ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih dan garam.

Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan.

Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera, maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis yang ditujukan bagi orang yang tidak menyukai pedas.

Untuk Pempek Beringin sendiri terkenal dengan cuka pedas asamnya.

Selain rasa pedas asam, cukanya juga agak kental.

Pempek juga nikmat disantap dengan irisan dadu timun segar dan mi kuning.

Ikan giling sebagai bahan baku pempek
Ikan giling sebagai bahan baku pempek (Tribunsumselwiki/Linda)

Cabang Pempek Beringin dan Lenggok

Setiap outlet atau gerai memiliki konsep berbeda dengan satu outlet dan outlet lainnya.

Hal ini dilakukan agar tampilannya berbeda.

Outlet-outlet yang ada yaitu Pempek Beringin Radial yang ada di Jalan Radial, nomor 2890. Dengan kontak 0711 353100.

Konsep yang digunakan di outlet ini bertemakan kebudayaan, jadi ada songket-songket dan pemaparan tentang tulisan sejarah pempek.

Lalu Pempek Beringin Rajawali yang ada di Jalan Rajawali nomor 14. Ilir Timur II, dengan kontak 0711 350690.

Di sini konsepnya lebih elegan.

Kemudian Pempek Beringin di Kenten Street, di Hotel Amaris di Jalan Demang Lebar Daun, di Bandara SMB II Palembang dan di Tanjung Api-Api arah Bandara.

Lalu Lenggok yang ada di Jalan Tasik yang memiliki konsep anak muda.

Suasana di rumah produksi pempek Beringin dan Lenggok
Suasana di rumah produksi pempek Beringin dan Lenggok (Tribunsumselwiki/Linda)

Perbedaan Pempek Beringin dan Lenggok

Pempek Beringin memang dibuat untuk pasar lokal sedangkan Lenggok untuk pasar nasional hingga internasional.

Dari segi bahan, Pempek Beringin menggunakan ikan sungai seperti ikan gabus dan putak, sedangkan Lenggok menggunakan ikan gabus dan tenggiri.

Dalam sehari kapasitas produksi 500-700 kg, dengan ikan kurang lebih 300-400 kg.

Untuk Lenggok sudah ada MoU dengan Malaysia dan sudah ada di Indonesia seperti di Jogja, Cirebon, Bandung, Bali hingga Papua. Sedangkan dari segi harga Pempek Beringin dan Lenggok sama.

Owner Pempek Beringin dan Lenggok, Dicky Poerwadi
Owner Pempek Beringin dan Lenggok, Dicky Poerwadi (Tribunsumselwiki/Linda)

Cara order

Dengan semakin pesat perkembangan teknologi maka Pempek Beringin mengembangkan usahanya ke digital.

Untuk itu, order bisa dilakukan melalui web www.pempekberingin.id atau langsung datang ke outlet.

Selain itu juga bisa melalui App Store dengan men-download aplikasi Inusa.

Detail Info

Nama: Pempek Beringin dan Lenggok

Pemilik: Dicky Poerwadi

Alamat rumah produksi dan kantor: Jalan Kol H. Burlian Lorong Sukawarna

Kapasitas Produksi: 500-700kg

Ikan yang digunakan: Gabus, tengiri dan putak

Website: www.pempekberingin.id

Ikuti kami di
KOMENTAR
38 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved