Bukit Siguntang

Bukit Siguntang merupakan situs keagamaan pada masa Sriwijaya. Bukit BSiguntang menjadi wisata ziarah yang dilakukan baik perseorangan atau rombongan.

Tribunsumselwiki/Linda
Tangga menuju Bukit Siguntang 

Bukit suci ini mengalami perubahan pada memori kolektif masyarakat Palembang dengan ditemukannya arca-arca dan peninggalan dari masa Hindu dan Buddha Kerajaan Sriwijaya.

Setelah sekian lama, memori kolektif masyarakat lekat dengan Hikayat Melayu dan Kesultanan Palembang serta dengan keberadaan makam raja-raja Melayu di Bukit suci yang dipercaya secara turun temurun sebagai makam raja-raja keturunan Alexander The Great.

Perjalanan Bukit Siguntang terbentang dari Masa Sriwijaya berdasarkan temuan-temuan masa Hindu Buddha di Sumatera, sampai pada catatan dari Kisah Sejarah Melayu yang tertulis pada Kitab Sulalatus Sakarin.

Dalam kitab Sulalatus Sakarin dikisahkan turunnya penjelmaan dari Alexander The Great atau Iskandar Agung di Bukit Siguntang dan menurunkan keturunan Melayu yang menyebar sampai Malaysia dan Singapura.

Perjalanan Bukit Siguntang dimulai sejak masa kejayaan Maritim Sriwijaya pada masa Hindu dan Buddha di Sumatera.

Setelah itu pada masa kerajaan Melayu dan memasuki masa kolonialisme zaman Kesultanan hingga akhirnya seperti sekarang.

Mempelajari latar belakang panjang Bukit Siguntang dapat memberikan pandangan akan kayanya perjalanan bangsa ini dari masa ke masa.

Antara linimasa, memori kolektif dan sejarah temuan Bukit Siguntang, tergambar perjalanan sejarah bangsa khususnya perjalana sejarah masyarakat Palembang.

Arca Buddha

Arca Buddha dalam sikap berdiri diketemukan di Bukit Siguntang pada sekitar tahun 1920an.

Archa Buddha saat ini beredar di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Palembang.

Direkonstruksi dari temuan fragmen yang terpisah di beberapa tempat di kaki Bukit Siguntang, arca digambarkan memakai jubah transparan yang menutupi kedua bahunya.

Arca juga digambarkan berambut keriting dan bersanggul serta terdapat bulatan di dahinya.

Kedua tangan arca telah hilang, demikian juga kaki dan beberapa bagian badan terlihat pecah.

Menurut catatan Schnitger, ukuran arca pada saat rekonstruksi sekitar 360 cm.

Ciri-ciri ikonografi pada arca, menunjukan gaya Amarawati yang berkembang di India Selatan pada abad ke 2-5 Masehi dan gaya seni ini terus berkembang di Srilanka sampai abad ke 8.

Pendapat lain mengatakan penggambaran gaya berpakaian menunjukkan pengaruh dari gaya seni masa Gupta di abad ke 5 dan post-Gupta, diperkirakan arca berasal dari antara abad ke 6-7 Masehi.

Arca-arca yang ada di Bukit Siguntang
Arca-arca yang ada di Bukit Siguntang (Tribunsumselwiki/Linda)

Asal Usul Istilah Melayu

Jika kita menelusuri sumber sejarah yang menyangkut Melayu, maka kata Melayu sudah disebut-sebut dalam catatan I-Tsing yang mengunjungi Sriwijaya pada tahun 672.

Berdasarkan kronik Dinasti T'ang di China, terdapat nama kerajaan di Sumatera yang disebut Mo-Lo-Yue pada tahun 644 dan 645 Masehi.

Ikuti kami di
KOMENTAR
32 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved