Bukit Siguntang

Bukit Siguntang merupakan situs keagamaan pada masa Sriwijaya. Bukit BSiguntang menjadi wisata ziarah yang dilakukan baik perseorangan atau rombongan.

Tribunsumselwiki/Linda
Tangga menuju Bukit Siguntang 

TRIBUNSUMSELWIKI - Situs Bukit Siguntang atau Seguntang secara administratif termasuk wilayah Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang.

Bukit Siguntang adalah sebuah bukit kecil yang tingginya sekitar 26 meter di atas permukaan laut dan merupakan bentang alam paling tinggi di Kota Palembang dengan luasan 12.8 hektar.

Jam operasional Bukti Siguntang mulai pukul 8.00-16.00 WIB dan buka setiap hari.

Harga tiket masuknya Rp 3000 per orang dan untuk parkir kendaraan dikenakan Rp 2000 untuk motor dan Rp 3000 untuk mobil.

Fasilitas yang ada di Bukit Siguntang sepeti musholla, toilet, pendopo, area parkir, menara pandang, pagoda/menara Buddha dan relief.

Informasi

Siguntang memiliki arti "terguntang-guntang" karena dulunya merupakan lautan.

Letaknya di sebelah Barat Laut jembatan Ampera dan rimbun dengan pohon.

Kaki bukit Siguntang saat ini sudah dipadati pemukiman penduduk.

Sekitar tahun 1989an, di daerah kaki bukit sebelah Barat Laut dan Barat Daya masih merupakan daerah rawa yang luasnya hingga ke Talang Kikim, tempat ditemukannya runtuhan perahu kuno.

Bukit Siguntang terletak 5 km ke arah barat kota Palembang dan merupakan sebuah bukit yang sejak lama dikenal oleh para arkeolog dan sejarahwan sebagai situs tempat ditemukannya sebuah arca Buddha besar berlanggam Amarwati pada tahun 1922 oleh Residen Belanda di Palembang pada saat itu.

Selain dikenal sebagai tempat penemuan berbagai petinggalan sejarah dari masa Buddha, Bukit Siguntang dikenal sebagai kompleks pemakaman raja-raja Melayu yang dipercaya sebagai leluhur orang Melayu baik Sumatera maupun Singapura dan Malaysia.

Sampai saat ini, Bukit Siguntang menjadi tempat berziarah bagi para keturunan raja-raja Melayu dari masa kerjaan Melayu maupun kesultanan Palembang serta tempat berziarah bagi umat Buddha dari dalam dan luar negeri.

Kota Sriwijaya yang sekarang bernama Palembang, sejak sekitar abad ke 8-10 Masehi telah mengenal konsep pembagian ruang menurut keperluannya.

Wilayah pemukiman ditempatkan di daerah tepian Musi dan sungai lainnya, tempat tinggal penguasa di tanah darat tidak jauh dari tepian sungai.

Sementara tempat-tempat yang dianggap suci ditetapkan di daerah yang tinggi, termasuk Bukit Siguntang.

Melihat tinggalan-tinggalan sejarah yang ditemukan di Situs Bukit Siguntang, dapat dipastikan bahwa bukit kecil ini dulunya merupakan kawasan yang suci.

Bukit Siguntang oleh para arkeolog diindentifikasi sebagai situs agama.

Galeri Bukit Siguntang
Galeri Bukit Siguntang (Tribunsumselwiki/Linda)

Perjalanan Bukit Siguntang

Bukit Siguntang memiliki nilai penting bagi masyarakat Palembang dari masa ke masa.

Ikuti kami di
KOMENTAR
32 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved