Tradisi Ngobeng Atau Ngidang

Ngobeng atau ngidang merupakan salah satu tradisi di Palembang yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Darussalam

Tradisi Ngobeng Atau Ngidang
Tribunsumselwiki/Linda
Suasana ngobeng atau ngidang dalam rangka memperingati Haul (wafatnya) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ke 167 di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa (26/11/2019). 

TRIBUNSUMSELWIKI - Palembang memiliki budaya yang beragama dan kental akan tradisi Kesultanan Darussalam.

Salah satu tradisi di Palembang yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Darussalam yaitu ngobeng atau ngidang, yaitu makanan yang dihidangkan dengan berbagai macam hidangan yang dimakan secara beramai-ramai.

Ngidang dilakukan untuk menghormati dan memuliakan tamu yang sangat dianjurkan.

Namun sayangnya untuk saat ini tradisi ngidang ini sudah jarang dijumpai.

• Awal sejarah ngidang

Sejarah ngidang berawal dari Arab, namun pada zaman Kesultanan Darussalam Palembang cara tersebut dibuat berbeda.

Jika dalam budaya Arab semua hidangan dijadikan satu, sementara dengan cara Palembang sendiri lauk-pauk semua terpisah tidak dijadikan satu.

Untuk di Palembang sendiri kebudayaan ini masih melekat di daerah Tangga Buntung, 13-14 Ulu yang masih mempertahankan tradisi tersebut ditengah kemajuan zaman.

Inilah yang menjadi tugas utama kita untuk kembali memperkenalkan warisan budaya serta mempertahankannya.

• Ngidang

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Adya Rosyada Yonas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved