Titik Nol Kilometer (0 Km) Palembang

Titik nol kilometer Palembang ada di dekat kaki menara Masjid Agung Palembang.

Dokumen pribadi Tribun Sumsel Wiki
Prasasti titik nol km Palembang yang ada di sekitar Masjid Agung Palembang 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Istilah kilometer nol (km 0) atau titik nol kilometer digunakan untuk menandakan suatu lokasi.

Selain itu juga menjadi penanda untuk titik lokasi awal suatu kota, seperti halnya di Palembang.

Titik 0 km Palembang berada di lokasi yang sangat populer bagi masyarakat Palembang yaitu persis di dekat kaki menara Masjid Agung Palembang atau yang sekarang bernama Masjid Agung Sultan Mahmud Badarauddin (SMB) I Jayo Wikromo.

Ada beberapa wilayah yang berada di dekat kilometer nol, di antaranya Jalan Jendral Sudirman, Bundaran Air Mancur,

Lokasi

Lokasi titik 0 km Palembang berada di dekat kaki menara Masjid Agung.

Posisinya terletak di antara persimpangan Jalan Jendral Sudirman dengan Jalan Merdeka.

Tanda titik 0 terlihat dengan dipasangnya patok beton sederhana berwarna hijau dengan prasasti bertuliskan

Awal
Jln. Jendral Sudirman
KM : 0 + 000
S. 02' 59' 17.0"
E. 104' 45' 39.7"

Awal
Jln. Riacudu
S. 02' 59' 17.0"
E. 104' 45' 39.7"

Patok titik nol km Palembang yang ada di sekitar Masjid Agung Palembang
Prasasti titik nol km Palembang yang ada di sekitar Masjid Agung Palembang (dokumen pribadi Tribun Sumsel Wiki)

Jalan Jendral Sudirman

Masjid Agung Palembang atau Masjid Agung Sultan Mahmud Badarauddin (SMB) I Jayo Wikromo, ada di Jalan Jendral Sudirman Nomor I.

Seperti yang diketahui oleh seluruh warga Palembang, Jalan Jendral Sudirman merupakan jalan utama di Palembang.

Istimewanya, nama Jalan Jendral Sudirman merupakan nama jalan pertama yang secara resmi disematkan sejak awal tahun 1950-an, menggantikan nama Jalan Tengkuruk.

Kawasan ini merupakan area yang ramai.

Masjid Agung
Masjid Agung (Tribunsumselwiki/linda)

Bundaran Air Mancur

Titik terdekat lainnya yang berada tidak jauh dari 0 Km ini adalah Bundaran Air Mancur.

Kolam bundaran air mancur dibangun di awal tahun 1970-an.

Pembangunan kolam dengan air mancurnya menyusul renovasi dan pendirian menara Masjid Agung di tahun 1970.

Bundaran Air Mancur ini semula disebut warga sebagai air mancur saja.

Ikuti kami di
KOMENTAR
21 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved